Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sejarah Lahirnya Agama Hindu

Rifaifajrin.com - sejarah lahirnya agama Hindu


Agama Hindu merupakan salah satu agama resmi di Indonesia. Selain hindu, terdapat beberapa agama lain yang diakui di Indonesia antara alain Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Konghucu. Pada artikel kali ini, akan kita ulas tentang mengenai sejarah lahirnya Agama Hindu di dunia.
 

Masuknya Bangsa Arya ke India

Sejarah Lahirnya agama Hindu dimulai sejak 1500 tahun Sebelum Masehi. Lahirnya agama Hindu  ditandai dengan masuknya bangsa Arya ke negeri hindustan atau kita kenal sebagai India. sebagaimana kita ketahui, pada saat itu penduduk asli India adalah bangsa Dravida. 

Bangsa Dravida dikenal memiliki tata kehidupan dan kebudayaan yang tinggi. Adapun Ciri-ciri fisik mereka yaitu memiliki kulit hitam, rambut keriting, dan hidung yang besar.  Masuknya bangsa Arya ke India kemudian membawa perubahan yang signifikan dalam tata kehidupan masyarakat dravida di India. Hal ini dikarenakan Bangsa Arya mengadakan percampuran kebudayaan dengan Bangsa Dravida. bercampurnya dua kebudayaan tersebut terintegrasi dan selanjutnya melahirkan agama Hindu. 

Perubahan setelah Hindu Lahir

Salah satu perubahan yang paling mendasar adalah adanya penulisan kitab suci weda oleh bangsa Arya yang notabene adalah bangsa pendatang. Kitab suci ini dituliskan dalam empat bagian bagian 
diantaranya
  1. Reg Weda
  2. Sama Weda, 
  3. Yayur Weda, dan 
  4. Atharwa Weda. 
Peradaban dan kehidupan umat Hindu terdapat juga dalam kitab Brahmana dalam kitab Upanisad. Ketiga kitab inilah yang menjadi dasar pemikiran atau dasar kehidupan bagi umat Hindu. 

Dewa dalam Agama Hindu

Dalam bidang kepercayaan agama hindu tidak menganut monotheisme (Tuhan yang tunggal). Melainkan Hindu memuja banyak dewa (politeisme). ada tiga dewa yang disembah misalnya 
  1. Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta, 
  2. Dewa Wisnu sebagai Dewa Pelindung, dan 
  3. Dewa Siwa sebagai Dewa Pelebur atau Pembinasa. 
Ketiga dewa itu disebut Tri Murti. Tri Murti sendiri memiliki arti yang Maha Kuasa. 



Pada perkembangannya, orang-orang Hindu kemudian membuat perwujudan atau representasi dari para Dewa. mreka menciptakan berbagai simbol dan patung untuk pemujaan. Selain Para Dewa  dalam agama dan kepercayaan Hindu juga dikenal Dewi Saraswati sebagai Dewi Kesenian dan Ilmu Pengetahuan, Dewi Sri sebagai Dewi Kesuburan, dll. 



Hewan yang disucikan dan disakralkan

Selain para dewa, ada juga hewan yang dianggap suci oleh umat Hindu, yaitu lembu atau Sapi. Dalam kepercayaan umat Hindu, Sapi adalah hewan yang sakral dan suci. Sapi adalah hewan yang sangat disakralkan atau disucikan oleh umat Hindu. Menurut ajaran agama Hindu, Sapi merupakan lambang  ibu pertiwi yang memberi kesejahteraan kepada semua makhluk hidup di muka bumi.
 
Ada perbedaan istilah antara  “menghormati” dan “memuja”. Ajaran agama  Hindu memang  memperlakukan sapi secara istimewa untuk menghormati sapi, tetapi bukan untuk memujanya. Agama Hindu hanya memuja satu Tuhan, “eko narayanan na dwityo sti kascit” tapi menghormati seluruh ciptaanTuhan, terutama yang disebut “ibu”.

 
Umat Hindu beranggapan bahwa, tempat suci adalah tempat bersemayamnya para dewa, sehingga umat Hindu terbiasa mengadakan ziarah ke tempat-tempat suci untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi umat di dunia. Umat Hindu berziarah ke tempat-tempat suci seperti Kota Benares, sebuah kota yang dianggap sebagai kota tempat bersemayamnya Dewa Pelabur (Dewa Siwa). Di samping itu, Sungai Gangga juga dianggap suci dan keramat oleh umat Hindu. Menurut kepercayaan merka, air dari Sungai Gangga akan dapat menyucikan segala dosa betapapun besarnya. Begitu pula tulang dan abu orang mati yang sudah dibakar dibuang ke dalam Sungai Gangga, agar orang yang meninggal masuk ke dalam surga. 

Perubahan struktur masyarakat

Invasi/penjajahan bangsa Arya yang membanggakan dirinya sebagai ras paling unggul di dunia juga memberi perubahan corak kehidupan di India. Corak kehidupan masyarakat Hindu tersebut dibedakan atas 4 kasta (kelas/golongan), yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.

  • Kasta Brahmana adalah golongan para pemuka agama. 
  • Kasta Ksatria adalah golongan bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan atau pemerintahan. 
  • Kasta Wacyd (Waisya) adalah kelas para pekerja, yaitu umumnya pada bidang pertanian dan perdagangan. Kasta Cudra (Sudra) adalah kasta yang dianggap paling rendah, yaitu kaum pekerja kasar dan rakyat jelata.
Akhir kata

[Dari Berbagai Sumber]

Post a Comment for "Sejarah Lahirnya Agama Hindu"

Berlangganan via Email