Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kebudayaan Kapak Lonjong

Kebudayaan kapak Lonjong

Pada pembahasan yang lalu telah disampaikan tentang kebudayaan kapak persegi. Pada postingan kali ini akan diulas tentang salah satu kebudayaan penting masa neolithikum, yaitu kebudayaan kapak lonjong. 
sebagaimana diketahui bahwa Zaman neolithikum seringkali disebut sebagai zaman revolusi kebudayaan manusia pada masa pra aksara. Hal ini disebabkan karena hasil kebudayaan yang dihasilkan telah halus dan sempurna. Hasil kebudayaan yang berasal dari zaman neolithikum dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu kebudayaan kapak persegi dan kebudayaan kapak lonjong.

Kebudayaan kapak persegi sebenarnya telah dibahas sebelumnya, dimana kapak tersebut berbentuk persegi. adapun penampang kapak persegi tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang besar dan kecil.Yang ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul. Sedangkan yang berukuran kecil disebut dengan Tarah atau Tatah yang fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.

Hasil Kebudayaan Zaman Neolitik

Kapak Lonjong merupakan hasil kebudayaan yang khas pada masa neolithikum.


Dinamakan kapak lonjong karena kapak ini mempunyai penampang yang berbentuk lonjong.

Ciri-ciri Kebudayaan Kapak Lonjong

Ujungnya agak lancip sehingga dapat di pasang tangkai. Kapak jenis ini mempunyai dua ukuran yaitu ukuran kecil dan besar. Di Indonesia kapak lonjong ditemukan di pulau sulawesi, pulau flores, pulau maluku, sangihe talaud ,kepulauan tanimbar dan palinga banyak ditemuka di wilayah pulau papua. Ujung runcing pada alat ini berfungsi untuk tangkai dan ujung lain yang mempunyai bentuk agak bulat diasah hingga tajam.

Sebagian besar kapak lonjong terbuat dari batu kali, dan warnanya dominan kehitam-hitaman. Bentuk keseluruhan dari kapak lonjong tersebut adalah bulat telur dengan ujungnya yang berbentuk lancip menjadi tempat tangkainya, sedangkan ujung lainnya diasah hingga tajam. Oleh sebab itu bentuk keseluruhan permukaan kapak lonjong sudah di asah halus.

Ukuran  kapak lonjong yang besar, umumnya lazim disebut dinamakan Walzenbeil dan yang kecil disebut dengan Kleinbeil, sedangkan fungsi kapak lonjong sama dengan kapak persegi. Adapun daerah penyebaran kapak lonjong adalah Minahasa, Gerong, Seram, Leti, Tanimbar dan Irian. Dari Irian, peralatan kapak lonjong tersebar meluas sampai di Kepulauan Melanesia, sehingga para arkeolog menyebutkan istilah lain dari kapak lonjong dengan sebutan Neolithikum Papua.


Demikian pembahasan tentang kebudayaan kapak lonjong, semoga bermanfaat []

Post a Comment for "Kebudayaan Kapak Lonjong"