Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

(VIDEO) 5 ALASAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI) BISA BANGKIT

CATATAN:

*Artikel ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas diskusi M5 KB 3 Daring sewaktu saya mengkuti kegiatan Pendidikan Profesi Guru Sejarah  angkatan IV tahun 2019 di UNS.

*topik tentang PKI ini memang selalu sensitif, saya berusaha menulis secara objektif dan semata untuk tujuan pendidikan.

 

waspada kebangkitan pki

Oleh Muhammad Rifai Fajrin, S.Pd

Guru Sejarah di SMK N 1 Tengaran


Memasuki bulan september, biasanya topik pembahasan tentang PKI kembali menyeruak. Ada semacam phobia bahwa komunisme akan bangkit, khususnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Benarkah PKI akan bangkit? 

Faktanya PKI memang betul-betul bisa bangkit. Namun itu terjadi pada tahun 1950-an. PKI mampu bangkit kembali dan bahkan berjaya dalam panggung perpolitikan nasional sebagai 4 partai besar peraih suara terbanyak hasil Pemilu tahun 1955. Padahal, mereka baru saja "dihabisi" pemerintah Soekarno pasca mereka melakukan pemberontakan tahun 1948 yang dikenal dengan peristiwa PKI Madiun.

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sebuah partai yang bersimbah darah di Indonesia. Tercatat dua kali melakukan percobaan pemberontakan mengganti ideologi, yaitu tahun 1948 dan tahun 1965. Keduanya berakhir dengan kegagalan.

Yang menarik adalah, ketika pemberontakan PKI Madiun 1948 berhasil ditumpas oleh pemerintah, ternyata PKI masih berdiri tegak. Hanya mengalami transformasi kepemipinan. Bahkan dalam perkembangnya mereka berhasil menjadi kontestan pemilu 1955. Ajaibnya, mereka berhasil merebut 16,36% suara nasional dengan perolehan kursi sebanyak 39. Artinya secara nasional mereka mendapatkan kurang lebih 6.179.914 suara dari total 37.785.299 DPT suara nasional. Angka ini tentu bukan angka yang sedikit mengingat tujuh tahun sebelumnya, mereka terlibat dalam upaya penggulingan kekuasaan negara. 

LANTAS APA PENYEBAB BANGKITNYA PKI PASCA PERISTIWA MADIUN 1948?

Pemilu tahun 1955 diklaim sebagai pemilu paling demokratis yang pernah ada di Indonesia. karena berlangsung aman di saat kondisi keamanan negara sedang tidak kondusif. Selain itu pemilihan umum ini dilakukan dengan bebas dan jujur, tanpa paksaan, diikuti oleh berbagai partai, dalam kondisi bangsa yang baru merdeka namun bisa berlangsung aman dan dengan jumlah pemilih yang sangat tinggi.

Empat partai-partai terbesar pemenang pemilu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan 8.434.653 suara (22.3%) dan 57 kursi, Masyumi dengan 7,903,886 suara (20,9%) dan 57 kursi, Nahdatul Ulama dengan 6,955,141 suara (18,4%) dan 45 kursi, serta Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan 6,176,914 suara (16,4%) dan 39 kursi.

Keberadaan PKI sebagai pemenang keempat pemilu 1955 tentu mengejutkan banyak pihak. 

Menurut analisis saya, faktor penyebab kemenangan PKI dalam pemilu 1955 antara lain;

1. PKI TIDAK DILARANG DAN TIDAK DIBUBARKAN

Kesalahan paling fatal pemerintah Soekarno adalah tidak membubarkan PKI dan tidak dilarangnya PKI melakukan kegiatan politik. Padahal telah terbukti melakukan pemberontakan.

PKI dianggap sebagai representasi dari komunisme di Indonesia yang selama ini menjadi salah satu elemen perjuangan bung Karno. Sebagaimana diketahui, Soekarno memiliki pandangan perjuangan Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme yang jauh hari ia cetuskan tahun 1926 dalam bukunya “Di bawah bendera Revolusi”. 

Pandangan bung Karno inilah yang nantinya pada masa Demokrasi Terpimpin ia wujudkan dalam Konsep Nasakom (Nasionalis-Agamis-Komunis) dimana ketiga ideologi tersebut “selayaknya” dapat dipersatukan untuk terus memutar roda Revolusi Indonesia, menurut Bung Karno. Kengototan Bung Karno ini ternyata juga diulanginya pasca G 30 September 1965.

2. CEPATNYA TRANSFORMASI DALAM TUBUH PKI

Ketika pemberontakan PKI Madiun ditumpas pemerintah, pimpinan PKI banyak yang dihukum mati. Tetapi Aidit, Luqman, berhasil mengasingkan diri ke Tiongkok. Setelah gaung pemberontakan reda, PKI muncul dengan “wajah baru”. 

PKI muncul sebagai hasil rekonstruksi ulang wajah PKI dengan jajaran pimpinan seperti Aidit, Sudisman, Lukman, Njoto dan Sakirman, yang konon usianya saat itu tidak lebih dari 30 tahun (pada tahun 1951 menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia).  

3. PENGARUH KEDEKATANNYA DENGAN SOEKARNO

Sekalipun telah diulas pada poin nomor 1, PKI sebagai representasi dari unsur komunisme sangat disukai oleh Soekarno. Oleh sebab itu perlu diulas sebagai poin tersendiri. 

Dengan mentahbiskan diri sebagai partai pengusung komunisme, maka secara tidak langsung PKI telah menjadi pendukung aktif Soekarno. Meskipun dalam aktivitas politiknya, terbukti mereka hanya menjilat pantat bung Karno. Memuji di depan publik, tetapi menjelek jelekkan pemerintah di lingkup internal mereka. Oleh sebab itu, mereka terus mewacanakan pergerakan mereka dengan isu-isu pertentangan kelas buruh dan kelas pekerja untuk mendapatkan penghidupan yang layak.

4. PROPAGANDA MELALUI MEDIA

Kekuatan PKI terletak pada cara mereka menyebarkan ide-ide perjuangan mereka. Tak butuh waktu lama, sejak ditumpasnya pemberontakan PKI Madiun, dua surat kabar utama mereka yaitu HARIAN RAKJAT dan BINTANG MERAH terbit kembali dengan oplah yang cukup besar.

Menurut wikipedia, Harian Rakjat adalah surat kabar Indonesia yang pertama kali terbit pada 1951 dengan jargon "Untuk rakjat hanja ada satu harian Harian Rakjat". Media resmi Partai Komunis Indonesia itu berkantor di Jalan Pintu Besar Nomor 93, Jakarta, dengan direksi/penanggung jawab/redaksi Mula Naibaho. Wakil Ketua II CC PKI, Njoto, menjadi pemimpin redaksi media ini dan Supeno, menjadi anggota dewan redaksinya. Njoto sering menulis editorial, pojok atau kolom.

Koran Harian Rakjat

Harian Rakjat menjadi KORAN POLITIK TERBESAR dengan oplah 23.000 eksemplar yang pernah terbit di Indonesia pada kurun waktu 1950-1965. Koran itu dijual dengan harga eceran Rp 0,60 dan harga langganan Rp 14,5 sebulan (https://id.wikipedia.org/wiki/Harian_Rakjat). 

Sedangkan BINTANG MERAH adalah sebuah majalah Partai Komunis Indonesia yang diterbitkan di Jakarta dari 1945 sampai 1948 dan lagi dari 1950 sampai 1965. Majalah tersebut menyebut dirinya sendiri sebagai majalah politik dan teori Marxis-Leninis.

Majalah Bintang Merah


Majalah tersebut mulai terbit pada akhir Perang Dunia Kedua saat pasukan Jepang hengkang dari Indonesia. Namun, majalah tersebut dicekal pada 1948 setelah Tragedi Madiun bersama dengan surat-surat kabar komunis lainnya seperti Buruh, Revolusioner, dan Suara Ibu Kota. 

Kemudian pada Agustus 1950, majalah tersebut mulai terbit kali dua kali sebulan.  Staf penyuntingan barunya adalah D. N. Aidit, Lukman, Njoto dan Peris Pardede. Majalah tersebut diklaim memiliki 10,000 edaran pada akhir 1950 namun secara bertahap menurun sampai di bawah 8,000 pada 1953. Majalah tersebut dilampaui dalam hal jumlah edaran oleh surat kabar partai lainnya, Harian Rakjat, yang meningkat dari 2,000 edaran pada 1951 menjadi 15,000 pada 1953 (https://id.wikipedia.org/wiki/Bintang_Merah).

 5. METODE REKRUTMEN PARTAI 

Metode rekrutmen PKI sangat menarik bagi kaum kecil, khususnya buruh dan tani. Kebanyakan impian banyak orang untuk menjadi bagian dari PKI adalah mendapat bagian tanah yang menjadi propaganda partai ini peduli terhadap kaum tertindas. Bukti adanya rekrutmen PKI dapat dilihat melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) No. 235 berupa Beberapa formulir pendaftaran untuk menjadi anggota PKI. Melalui formulir-formulir itu, tampak jelas begitu masifnya masyarakat Indonesia yang tertarik menjadi anggota PKI. Sayangnya, banyak orang-orang tak berdosa yang tergiur iming-iming propaganda PKI tersebut. inilah penyebab, mengapa keanggotaan partai semakin bertambah. Simpatisan PKI berkembang begitu massif melalui kelihaian mereka merekrut kaum buruh dan petani. Tentu tidaklah mengherankan jika pada akhirnya kita ketahui pasca G30 S meletus, banyak simpatisan PKI yang berasal dari buruh dan tani tadi, menjadi koban pemerintahan Orde Baru. Saat itu jutaan simpatisan PKI yang diburu dan dihabisi pemerintah Orde Baru. 

Demikian lima uraian saya terkait dengan faktor penyebab bangkitnya PKI pasca Peristiwa Madiun 1948. Tentu, apa yang terjadi pada masa lalu haruslah kita petik sebuah pelajaran. Jangan sampai kita melupakan peristiwa peristiwa kelam tersebut. mari belajar dari sejarah. dan pada akhirnya, mari sama-sama berharap, bangsa ini terhindar dari bangkitnya bahaya laten komunisme. Semoga artikel ini bermanfaat. salam.

3 comments for "(VIDEO) 5 ALASAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI) BISA BANGKIT"

Berlangganan via Email