PARA PENELITI FOSIL DI INDONESIA


Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan sumber penelitian pra sejarah. Oleh sebab itu, sejak ditemukannya fosil pertama kali di Indonesia, maka berdatangan para peneliti fosil yang berhubungan dengan kehidupan pra sejarah yang terkemuka dari negara-negara Eropa. Mereka mencoba menemukan fosil yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya adalah di Sangiran dan lembah Bengawan Solo. Berikut merupakan beberapa peneliti fosil manusia purba di Indonesia:

1. Eugena Dobois,

Dubois adalah peneliti fosil yang memiliki minat dan ketertarikan yang tinggi untuk melakukan penelitian manusia purba di Indonesia. ia tergelitik untuk menyambangi Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung. Fosil tersebut kemudian disebut Homo Wajakensis. Manusia tersebut termasuk dalam jenis Homo Sapien, yaitu  manusia yang sudah berpikir maju.

Adapun fosil  yang ditemukan antara lain:

A.  Pithecanthropus Erectus (arti kata phitecos = kera, dan Antropus nerarti = Manusia, Erectus = berjalan tegak). Fosil Pitecanthropus ditemukan di daerah Trinil, yaitu disepanjang tepi Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan oleh Dubois ini merupakan sumbangan yang berharga bagi ilmu pengetahuan, khususnya bagi penelitian tentang kehidupan pra sejarah. Tidak heran, penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.

B. Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto

C. Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo

Berikut merupakan Peta Penemuan Fosil Manusia Purba di Jawa Tengah – Jawa Timur
1. Sangiran
2 . Sambungmacan
3 . Sonde
4 . Trinil
5 . Ngandong
7 . Kedung Brubus
8 . Kalibeng
9 . Kabuh
10 . Pucangan
11 . Mojokerto (Jetis-Perning)

2. G.H.R Von Koeningswald

Von Koenigswald adalah salah satu pelopor peneliti manusia purba di Indonesia. ia berhasil menemukan sebuah fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tak hanya itu, pada tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ia juga menemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.

Sebagaimana diketahui bahwa Meganthropus Paleojavanicus berarti manusia besar yang berasal dari Jawa. Penemuan ini juga merupakan sebuah penemuan yang berharga bagi ilmu pengetahuan khususnya tentang kehidupan pra aksara.  Adapun beberapa temuan manusia Purba di berbagai daerah antara lain: ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).

Penelitian manusia Purba oleh Peneliti Indonesia

Penelitian manusia purba oleh peneliti dari bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952. Penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM. Tim tersebut meneliti di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.

Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :

• Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.
• Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.
• Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Duseldorf, Jerman yang dinamai Homo Neaderthalensis.
• Menurut Dubois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.

Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :

1. Meganthropus
2. Pithecanthropus
3. Homo

Jenis manusia Purba Pithecanthropus
Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :
1. Ciri Meganthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Badannya tegak
• Hidup mengumpulkan makanan
• Makanannya tumbuhan
• Rahangnya kuat

2. Ciri Pithecanthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Hidup berkelompok
• Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
• Mengumpulkan makanan dan berburu
• Makanannya daging dan tumbuhan

3. Ciri jenis Homo :
• Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu
• Muka dan hidung lebar
• Dahi masih menonjol
• Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya []

Post a Comment for "PARA PENELITI FOSIL DI INDONESIA"

Berlangganan via Email