(VIDEO) : EMPAT KEGUNAAN SEJARAH



Artikel ini sebenarnya merupakan repost dari blog saya sebelumnya. Artikel ini juga pernah saya buatkan video sederhana ketika saya masih belajar coba membuat video youtube. Berikut merupakan ulasan saya tentang empat kegunaan sejarah berupa video.

Adapun video pembelajaran sejarah yang saya buat, dapat anda lihat di chanel "rifan fajrin".
Sejarah merupakan sebuah cabang ilmu sosial yang memiliki keunikan dibandingkan dengan ilmu lainnya. Diantaranya dikarenakan memiliki metode yang berbeda dengan ilmu lainnya. Terhadap hal ini telah disinggung dalam artikel yang lain pada blog ini. Disamping itu, sejarah memiliki empat kegunaan bagi kehidupan manusia. Louis Gotschalk, dalam bukunya mengerti sejarah,  membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian. Berikut merupakan empat kegunaan sejarah, yaitu :

1. Rekreatif, 
sejarah memberikan manfaat untuk sarana hiburan. Artinya dengan membaca, memahami, dan mempelajari sejarah, seolah-olah pembaca dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut. Sejarah memberikan kepuasan dan keasyikan tersendiri dengan menyelami kisah demi kisah sejarah. Banyak yang telah sepakat bahwa terdapat unsur seni dalam sejarah. Disamping itu sejarah sebagai kisah telah memberikan banyak kisah yang disampaikan kepada manusia yang berfungsi sebagai sarana rekreatif.

2. Inspiratif, 
Sejarah memberikan manfaat yang menginspirasi bagi kehidupan manusia. Dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya. Hal ini didapatkan dari kisah-kisah sejarah yang kerap menyuguhkan kehidupan para tokoh-tokoh besar dalam sejarah. Kehidupan mereka, sepak terjang, karier, pemikiran, maupun karya-karya mereka yang dituangkan dalam sebuah buku atau berupa pidato telah banyak menginspirasi manusia pada masa kini. Banyak yang kemudian menjadikan tokoh-tokoh sejarah sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan mereka. Misalnya, kita mengidolakan Presiden Soekarno yang memiliki keberanian terhadap bangsa asing serta memiliki pesona dalam setiap pidatonya. Secara tidak langsung, bagi seseorang yang menjadikan Soekarno sebagai panutan, maka ia akan berupaya meniru-niru apa yang telah dilakukan Soekarno tersebut.

3. Instruktif, 
bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan (pengajaran) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.

4. Edukatif, 
berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Sejarah memberikan pembelajaran kehidupan bagi manusia pada zaman sekarang supaya dapat belajar dari peristiwa kegagalan pada masa lalu supaya tidak berulang pada masa sekarang. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”.  Maka, dengan slogan tersebut, misalnya kita mengetahui bahwa perang dunia I dan II adalah perang yang telah menelan banyak korban jiwa, bahkan menghancurkan infrastruktur dan melumpuhkan perekonomian banyak negara di dunia, maka dengan demikian sejarah berfungsi supaya manusia dapat belajar dari pengalaman tersebut dan mengupayakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya perang sekaligus mengupayakan tercapainya perdamaian dunia.
Travelyan, memberikan pandangannya tentang manfaat belajar belajar sejarah.
Ia menuturkan setidaknya belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain :
a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti.
b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan
c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.

KEDUDUKAN SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU, DAN SENI
Adapun sejarah dapat dikaji dalam bebarapa pandangan, yaitu sejarah sebagai peristiwa, sebagai kisah, sebagai ilmu, dan sebagai seni.
Sejarah sebagai peristiwa
Sejarah sebagai peristiwa diartikan sebagai suatu kejadian yang terjadi pada masa lampau yang dialami oleh manusia. Sejarah sebagai peristiwa umumnya berusaha menjawab pertanyaan 5W yaitu (what, who, where, why, dan when). Sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri-ciri, diantaranya,
1) merupakan hasil perbuatan yang disengaja oleh manusia; contoh apabila kita mengkaji tentang masa prasejarah, kita menemukan sampah dapur (kjokkenmoddinger) yang merupakan hasil dari aktivitas manusia pada masa tersebut. Seandainya sampah dapur tersebut dihasilkan bukan oleh manusia, maka bukan termasuk konteks pembahasan sejarah sebagai peristiwa.
2) Memiliki hubungan sebab akibat;
3) Bersifat objektif;
4) Peristiwanya benar-benar terjadi;
5) Bersifat abadi, unik, dan penting;
6) Hanya satu kali terjadi (einmaleg).
Sejarah Sebagai Kisah
Sejarah sebagai kisah merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap terjadinya atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau. Sejarah sebadgai kisah memiliki ciri-ciri diantaranya 1) Bersifat subjektif; hal ini dikarenakan adanya kedekatan antara penulisnya dengan objek yang ditulis. Misalnya, penulis kitab pararaton tentunya mengagungkan Ken Arok sebagai seorang yang memiliki kesaktian luar biasa, bahkan dianggap sebagai keturunan dewa. Unsur subjektifitas ini biasanya berkaitan langsung dengan upaya legitimasi seorang penguasa melalui kitab-kitab yang ditulis pada masa itu, 2) Merupakan hasil karya atau ciptaan seseorang; 3) Kisahnya nyata.
Sejarah Sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu pengetahuan, berkembang pada abad ke-19. Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri-ciri, diantaranya 1) Memiliki objek yang menjadi kajian yaitu manusia, 2) Bersifat objektif, 3) Bersifat empiris, tergantung pada pengalaman manusia, 4) Memiliki metode ilmiah, 5) Tersusun secara sistematis
Sejarah Sebagai Seni
Sejarah juga dikatakan sebagai seni. Untuk merekonstruksikan peristiwa masa lalu dan menampilkannya sebagai karya sejarah membutuhkan juga intuisi, emosi, dan juga gaya bahasa. Sebagai seni sejarah memiliki ciri-ciri, diantaranya
1) Sejarah disusun berdasarkan intuisi; artinya membutuhkan imajinasi penulis. Semakin kuat imajinasi seorang penulis, maka sejarah yang tertulis semakin baik.
2) Membutuhkan emosi dan gaya hidup.
Namun sejarah sebagai seni mempunyai beberapa kekurangan yaitu:
1) Sejarah sebagai seni akan kehilangan ketepatan dan objektifitasnya, karena sebagai seni berarti merupakan hasil imajinasi; 2) Kajiannya menjadi terbatas.

Demikian merupakan keempat fungsi sejarah, semoga memberikan manfaat bagi kita semua.[]

Post a Comment for "(VIDEO) : EMPAT KEGUNAAN SEJARAH"

Berlangganan via Email