Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERPINDAHAN KERAJAAN MATARAM LAMA KE JAWA TIMUR


Sebagaimana diketahui, bahwa kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan yang memiliki dua dinasti yang berbeda, yaitu dinasti Syailendra dan Sanjaya. Keduanya berbeda corak pemerintahan, kebudayaan, serta berbeda kepercayaan. Kedua Dinasti baru dapat disatukan dengan pernikahan Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan. namun demikian, tidak serta merta mampu menyelamatkan kerajaan Mataram dari kemunduran. oleh sebab itu, pemimpin Mataram berikutnya yaitu Mpu Sindok berinisiatif untuk memindahkan pusat kerajaan Mataram yang semula di Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Perpindahan kekuasaan ini dikarenakan beberapa sebab, diantaranya adalah untuk menyelamatkan diri dari bencana alam. Terdapat beberapa sumber yang menyatakan bahwa pada saat itu Jawa Tengah akan terjadi bencana gunung meletus, yaitu gunung Merapi yang terletak di antara tiga kabupaten, yaitu kabupaten Boyolali, Kabupaten Sleman, dan Yogyakarta sekarang.

Gunung Merapi

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Mpu Sindok memindahkan pusat kekuasaan di Jawa Timur.
Faktor yang lain, adalah untuk mencari tempat atau daerah yang lebih strategis. Jawa Timur merupakan daerah yang dianggap strategis. Hal ini dikarenakan Jawa Timur memiliki sungai yang cukup banyak dan luas, salah satunya adalah sungai Brantas. Sebagaiamana diketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan, sehingga terpenuhinya kebutuhan air kiranya mampu menjamin kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus sebagai perlambang bahwa suatu negara yang memiliki cukup air melimpah, merupakan negara yang makmur. 

Disamping itu air juga merupakan sumber peradaban, sebagaimana pola-pola terdahulu, suatu negara yang berdekatan dengan sumber air cenderung memiliki peradaban yang tinggi, misalnya peradaban sungai Nil, Sungai Eufrat dan Tigris, Sungai Gangga, Sungai Kuning dan lain sebagainya.

PROSES PERPINDAHAN 

Perpindahan kerajaan mataram lama ke jawa timur dilakukan oleh Empu Sindok. Siapa Empu Sindok? Empu Sindok adalah seorang yang saat itu menjabat sebagai mahamantri i hino, pada masa pemerintahan Raja Wawa memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur. Pada tahun 929 M, Empu Sindok naik tahta bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmattunggadewa. la kemudian mendirikan wangsa (dinasti) baru, yaitu Wangsa Isana. Empu Sindok memerintah sampai dengan tahun 947 M. Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga. Diantaranya yaitu Prasasti Calcuta.

Berdasarkan berita Tiongkok, diperoleh keterangan bahwa Raja Dharmawangsa pada tahun 990 - 992 M melakukan serangan terhadap Kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 1016 M, Airlangga datang ke Pulau Jawa untuk meminang putri Dharmawangsa. Namun, pada saat upacara pernikahan berlangsung kerajaan mendapat serangan dari Wurawuri dari Lwaram yang bekerjasama dengan Kerajaan Sriwijaya. Peristiwa ini disebut peristiwa Pralaya. Selama dalam pengasingan ia menyusun kekuatan. Setelah berhasil menaklukkan raja Wurawari pada tahun 1032 M dan mengalahkan Raja Wijaya dari Wengker Pada tahun 1035 M ia berhasil mengembalikan kekuasaan. Airlangga wafat pada tahun 1049 dan disemayamkan di Parthirtan Belahan, di lereng gunung Penanggungan. []

Post a Comment for "PERPINDAHAN KERAJAAN MATARAM LAMA KE JAWA TIMUR"

Berlangganan via Email