Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

KEDUDUKAN SEJARAH SEBAGAI ILMU DAN SENI

KEDUDUKAN SEJARAH SEBAGAI ILMU DAN SENI

Selain berkedudukan sebagai sebuah peristiwa dan sebagai sebuah kisah, sejarah juga berkedudukan sebagai ilmu dan seni.

Apa dasarnya?
kedudukan sejarah sebagai ilmu dan seni
perlu imajinasi untuk membayangkan suatu peristiwa sejarah




Sejarah Sebagai Ilmu dan Seni

1. Sejarah sebagai Ilmu


Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri-ciri sebagai berikut ;

a. Empiris


Empiris berasal dari bahasa Yunani empeiria yang berarti pengalaman. Sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Pengalaman tersebut direkam dalam dokumen dan peninggalan sejarah lainnya, kemudian diteliti oleh sejarawah untuk menemukan fakta.

b. Memiliki Objek


Kata Objek berasal dari Latin objectus artinya yang dihadapan, sasaran, tujuan. Objek yang dipelajari oleh sejarah sebagai ilmu adalah manusia dan masyarakat yang menekankanpda sudut pandang waktu.

c. Memiliki Teori


Dalam bahasaYunani theoria berarti renungan. Sama seperti ilmu sosia lainnya, sejarah mempunyai teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu, seperti: teori sosiologi, teori nasionalisme, teori konflik sosial, dsb.

d. Memiliki Metode


Methodos (Bahasa Yunani) berarti cara. Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metodologi penelitian sendiri yang menjadi patokan-patokan tradisi ilmiah yang senantiasa dihayati.
 

2. Sejarah sebagai Seni


Sejarah sebagai seni, memerlukan :

a. Instuisi


Sejarawan memerlukan instuisi atau ilham, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian berlangsung. Dalam hal ini cara kerja sejarawan sama dengan seniman.

b. Imajinasi


Dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi seudah itu. Contohnya : Sejarah Sagaranten, harus membayangkan keadaan geografis kota Sagaranten.

c. Emosi


Dalam penulisan sejarah harus ada keterlibatan emosi, dalam hal ini penulis sejarah harus mempunyai empati yang tinggi (empatheia = perasaan) untuk menyatukan perasaan dengan objeknya, seolah-olah mengalami sendiri.

d. Gaya Bahasa


Dalam penulisan sejarah gaya bahasa yang digunakan harus lugas atau tidak berbelit-belit, sehingga kisah sejarah akan mudah dipahami oleh pembaca.

Sejarah sebagai seni memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut :

a. Berkurangnya Ketetapan dan Objektivitas

Accuracy (ketepatan) dan objektivitas sangat diperlukan dalam penulisan sejarah. Penulisan sejarah berdasarkan fakta, sedangkan seni merupakan hasil imajinasi.

b. Penulisan Sejarah akan Terbatas

Penulisan sejarah yang terlalu dekat dengan seni akan terbatas kepada objek-objek yang dapat dideskripsikan . Penulisan sejarah akan penuh dengan gambaran tentang perang dan biografi yang penuh sanjungan.

AKHIR KATA

Demikianlah pembahasan tentang kedudukan sejarah sebagai ilmu dan seni,semoga bermanfaat.

Post a Comment for "KEDUDUKAN SEJARAH SEBAGAI ILMU DAN SENI"

Berlangganan via Email